”Lir-ilir tandure wus sumilir, tak ijo royo-royo, tak sengguh temanten anyar. Cah angon cah angon penekno blimbing kuwi, lunyu-lunyu penekno kanggo mbasuh dodot-iro. Dodot-iro dodot-iro kumitir bedah ing pinggir, dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore. Mumpung padhang rembulane, mumpung jembar kalangane, yo surako, surak iyyoo!”
Kamis, 10 Februari 2011
TIDAK MENGERTI
Alangkah malang nasib bangsa yang sudah tidak mengerti nilai-nilai
Yang tidak mengerti, dan tidak mengerti bahwa ia tidak mengerti
Yang tidak mengerti, dan tidak mengerti dan tidak berupaya untuk mengerti
Sehingga ia melangkah ke sana ke mari dengan penuh percaya diri bahwa ia seolah-olah mengerti
Yang tidak mengerti, dan tidak mengerti bahwa ia tidak mengerti
Yang tidak mengerti, dan tidak mengerti dan tidak berupaya untuk mengerti
Sehingga ia melangkah ke sana ke mari dengan penuh percaya diri bahwa ia seolah-olah mengerti
INDONESIA JANGAN SAMPAI BESAR
INDONESIA adalah bangsa besar. Tanda kebesarannya antara lain lapang jiwanya, sangat suka mengalah, tidak lapar kemenangan dan keunggulan atas bangsa lain, serta tidak tega melihat masyarakat lain kalah tingkat kegembiraannya dibanding dirinya.
Rabu, 09 Februari 2011
REKAYASA PERUBAHAN ALA TUHAN
Ketika Tuhan mulai bosan melihat kezaliman Namruz dan kebodohan rakyatnya, Ia memutuskan untuk menciptakan perubahan melalui seorang rasul-Nya. Dengan alasan yang tidak dijelaskan, Tuhan memilih keluarga pencipta berhala untuk menjadi rumah tempat terlahirnya seorang calon pembaharu, penggerak aksi antiberhala.
TIDAK MENJADI INDONESIA
Setiap kali menjelang 17 Agustus, saya mendapati iklan peringatan kemerdekaan yang selalu sama. Anak-anak bermain layang-layang di pematang sawah, gadis-gadis dengan kemben dan sarung mencuci pakaian di sungai, serta petani dan nelayan dengan senyum semringah bekerja secara ikhlas. Lalu semuanya ditutup dengan kalimat mengenai semangat nasionalisme pada hari kemerdekaan. Saya tidak percaya semua anak di Indonesia riang gembira seperti yang saya lihat pada iklan itu. Ada banyak anak yang tidak bisa sekolah, terpaksa bekerja, menjadi korban pelecehan seksual, dan ada yang menjadi korban perdagangan anak. Kalau saja saya boleh memilih, barangkali saya akan menolak dilahirkan dan menjadi warga negara Indonesia. Tapi memang saya tidak bisa memilih untuk bisa dilahirkan di mana dan oleh siapa. Saya lahir dan besar di Banda Aceh. Saya cukup beruntung tinggal di ibu kota provinsi, yang pada masa konflik "hanya" mendengar suara ledakan bom dan kontak senjata dari belakang jendela kamar. Pada masa itu, di beberapa daerah banyak anak yang mengalami nasib lebih buruk daripada sekadar mendengar suara ledakan atau senapan.
Selasa, 08 Februari 2011
MONYET PALING KEREN
Berikut ini foto-foto monyet paling keren di dunia. Semoga menghibur dan teruslah berbagi.
Jurus Ampuh Menyelamatkan Diri dari Pemerkosaan
Siapapun sesungguhnya membutuhkan trik untuk membela diri dari ancaman bahaya apa pun dan dari mana pun. Untuk itu, berikut ini foto-foto trik atau jurus sederhana tapi ampuh. Sebenarnya, bukan hanya perempuan yang perlu mengetahui trik berikut, lelaki bahkan wajib menguasai jurus tersebut. Heheh... Selamat mencoba.
Panduan Praktis dan Aman bagi Anda yang Ingin Melakukan Aborsi
Maaf. Anda tertipu! Saya sengaja melakukan ini agar setelah melihat foto-foto di bawah ini Anda mengurungkan niat untuk melakukan perbuatan keji itu.
Bapak, Ibu, Bukan Gen Penyebab Obesitas pada Anak
REPUBLIKA.CO.ID, ANN ARBOR, MICHIGAN - Pola makan dan kebiasaan makan yang buruk adalah penyebab utama sebagian besar kasus obesitas di kalangan anak dan remaja, demikian kesimpulan hasil riset terbaru. Genetika bukanlah biang keladinya.
Langganan:
Postingan (Atom)